•   Hotline: (62) 8-1234567-266
  •   Info@assabilholyholistic.com

SERBA SERBI PENYAKIT HIV/ AIDS

Infeksi HIV (AIDS) disebabkan oleh HIV (Human Immunodeficiency Virus tipe I, II), merupakan infeksi umum yang ditularkan melalui kontak sexual , dan pada dasarnya berjalan secara kronis bertahap. Pada stadium lanjut menyebabkan gangguan fungsional yang berat pada system imun, kerusakan organ lain dan neoplasma sampai saat ini belum dapat diobati. Human Immunodeficiency Virus, atau HIV, adalah virus yang menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). HIV secara drastis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan penyakit, bakteri, virus, dan infeksi lainnya menyerang tubuh Anda. Tidak seperti virus lainnya, tubuh Anda tidak bisa menyingkirkan HIV sepenuhnya. Jika Anda terinfeksi HIV, Anda akan memilikinya sepanjang hidup.AIDS adalah kondisi yang paling parah dari penyakit HIV dan ditandai dengan munculnya penyakit lain, seperti kanker dan berbagai infeksi, yang muncul seiring dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh Anda.Seberapa umumkah HIV dan AIDS?

Menurut laporan dari WHO (World Health Organization), pada akhir 2014, ada sekitar 37 juta orang yang hidup dengan HIV dan 1,2 juta orang meninggal karena penyebab terkait AIDS. Namun, hanya 54% dari penderita yang menyadari bahwa mereka mengidap HIV/AIDS. Ini karena Anda mungkin saja mengidap HIV tanpa gejala.Situasi HIV /AIDS di Indonesia

Permasalahan HIV dan AIDS menjadi tantangan kesehatan hampir di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sejak pertama kali ditemukan sampai dengan Juni 2018, HIV/ AIDS telah dilaporkan keberadaannya oleh 433 (84,2%) dari 514 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia.Jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan sampai dengan Juni 2018 sebanyak 301.959 jiwa (47% dari estimasi ODHA jumlah orang dengan HIV AIDS tahun 2018 sebanyak 640.443 jiwa) dan paling banyak ditemukan di kelompok umur 25-49 tahun dan 20-24 tahun. Adapun provinsi dengan jumlah infeksi HIV tertinggi adalah DKI Jakarta (55.099), diikuti Jawa Timur (43.399), Jawa Barat (31.293), Papua (30.699), dan Jawa Tengah (24.757).Jumlah kasus HIV yang dilaporkan terus meningkat setiap tahun, sementara jumlah AIDS relatif stabil. Hal ini menunjukkan keberhasilan bahwa semakin banyak orang dengan HIV /AIDS (ODHA) yang diketahui statusnya saat masih dalam fase terinfeksi (HIV positif) dan belum masuk dalam stadium AIDS.HIV itu ada obatnya, antiretroviral (ARV) namanya. Obat ARV mampu menekan jumlah virus HIV di dalam darah sehingga kekebalan tubuhnya (CD4) tetap terjaga. Sama seperti penyakit kronis lainnya seperti hipertensi, kolesterol, atau DM, obat ARV harus diminum secara teratur, tepat waktu dan seumur hidup, untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA serta dapat mencegah penularan.ARV dijamin ketersediaannya oleh pemerintah dan gratis pemanfaatannya. Pelayanan ARV sudah dapat diakses di RS dan Puskesmas di 34 provinsi, 227kab/kota. Total saat ini terdapat 896 layanan ARV, terdiri dari layanan yang dapat menginisiasi terapi ARV dan layanan satelit. Dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan terdekat sangat dibutuhkan agar ODHA tetap semangat dan jangan sampai putus obat.Data Kementerian Kesehatan tahun 2017 mencatat dari 48.300 kasus HIV positif yang ditemukan, tercatat sebanyak 9.280 kasus AIDS. Sementara data triwulan II tahun 2018 mencatat dari 21.336 kasus HIV positif, tercatat sebanyak 6.162 kasus AIDS. Adapun jumlah kumulatif kasus AIDS sejak pertama kali dilaporkan pada tahun 1987 sampai dengan Juni 2018 tercatat sebanyak 108.829 kasus.PatogenesisPenularan terjadi melalui orang ke orang ( langsung,tidak langsung) . Pengidap HIV pada prinsipnya seumur hidup kontagius. Mekanisme transmisi melalui melalui kontak seksual dan perilaku seksual yang menyebabkan trauma., selain itu melalui jarum suntik, jarum infus yang mengandung kuman, penularan melalui transfusi darah sudah tidak banyak berperan lagi .Fase infeksi HIVFase pertama HIV

Beberapa hari sampai seminggu setelah infeksi ,gejala akut infeksi virus (10-20% dari orang yang terinfeksi).

Diikenal juga sebagai infeksi HIV primer atau disebut juga sindrom retroviral akut. Pada tahap ini, kebanyakan orang mengalami gejala mirip flu. Gejalanya juga sering kali mirip dengan infeksi saluran cerna atau saluran pernapasan, nyeri leher, eksantema, arthralgia, kadang gejala meningitis (sindrom retroviral akut)berlangsung 1-2 minggu ,4-6 minggu sesudah infeksi lambat laun menjadi serokonversi.Fase kedua
Ini adalah tahap laten klinis. Virus menjadi kurang aktif, meski masih dalam tubuh Anda. Anda tidak mengalami gejala apapun saat virus berkembang. Periode latensi ini bisa bertahan satu dekade atau lebih. Dalam periode laten yang bisa berlangsung hingga sepuluh tahun ini banyak orang tidak menunjukkan gejala apapun. Tahap inilah yang patut diwaspadai karena virus akan terus berkembang tanpa disadari.Fase terakhir HIV
Fase terakhir HIV adalah AIDS. Di fase akhir ini, sistem kekebalan tubuh mengalami kerusakan parah dan rentan terhadap infeksi oportunistik. Infeksi oportunistik ialah infeksi yang menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk.Ketika HIV sudah berkembang menjadi AIDS, gejala seperti mual, muntah, kelelahan, dan demam baru bisa terlihat. Selain itu, penurunan berat badan, infeksi kuku, sakit kepala serta sering berkeringat di malah hari juga menandai AIDS pada tahapan awal.

Apa saja tanda-tanda dan gejala HIV dan AIDS?Meskipun Anda tidak menunjukkan gejala apapun, Anda masih dapat menularkan virus ke orang lain. Ini karena HIV dapat memakan waktu hingga 2 sampai 15 tahun dalam memunculkan gejala. Anda mungkin memiliki HIV dan masih terlihat sehat dan berfungsi secara normal. Anda tidak dapat mengetahui secara pasti apakah Anda memiliki HIV sampai Anda diperiksa.HIV tidak langsung merusak organ Anda, tetapi akan menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan terjadi berbagai penyakit lainnya, terutama infeksi, untuk menyerang tubuh Anda. Gejala pertama dari HIV mirip dengan infeksi virus lainnya:

- Demam
- Sakit kepala
- Kelelahan
- Sakit otot
- Kehilangan berat badan
- Pembengkakan kelenjar di tenggorokan, ketiak, atau pangkal paha

AIDS adalah tahap lanjutan progresif dari infeksi HIV. HIV dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh, sehingga menyebabkan banyak kondisi infeksi lainnya. Jika Anda memiliki AIDS, Anda mungkin memiliki beberapa kondisi menular pada waktu yang sama, misalnya Infeksi, baik satu atau bahkan beberapa, contohnya tuberkulosis, infeksi sitomegalovirus, kriptokokus meningitis, toksoplasmosis, cryptosporidiosis.
Kanker.

Misalnya kanker paru-paru, kanker ginjal atau limfoma, dan sarkoma Kaposi. Tuberkulosis (TB).
Di negara-negara yang miskin sumber daya, TB adalah infeksi yang paling umum yang terkait dengan HIV, dan merupakan penyebab utama kematian di antara orang dengan AIDS.Sitomegalovirus.
Virus herpes yang umum ini ditransmisikan dalam cairan tubuh seperti air liur, darah, urin, air mani, dan air susu ibu. Sistem kekebalan tubuh yang sehat akan membuat virus tidak aktif. Namun, jika sistem kekebalan tubuh melemah, virus muncul kembali dan menyebabkan kerusakan pada mata, saluran pencernaan, paru-paru, atau organ lain.Kandidiasis.
Kandidiasis adalah infeksi yang juga sering terjadi terkait HIV. Kondisi ini menyebabkan peradangan dan menyebabkan lapisan putih dan tebal pada selaput lendir mulut, lidah, kerongkongan, atau vagina.Kriptokokus meningitis.
Meningitis adalah peradangan pada selaput dan cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Meningitis kriptokokal adalah infeksi sistem saraf umum pusat yang terkait dengan HIV, disebabkan oleh jamur yang ditemukan di dalam tanah.Toksoplasmosis.

Infeksi yang mematikan ini disebabkan oleh Toxoplasma gondii, parasit yang menyebar terutama oleh kucing. Kucing yang terinfeksi juga memiliki parasit dalam tinja mereka, dan parasit kemudian dapat menyebar ke hewan lain dan manusia.Cryptosporidiosis.

Infeksi ini disebabkan oleh parasit usus yang umum ditemukan pada hewan. Anda dapat kontak dengan cryptosporidiosis ketika Anda menelan makanan atau air yang terkontaminasi. Parasit tumbuh di usus Anda dan saluran empedu, menyebabkan diare parah kronis pada orang dengan AIDS.

Selain infeksi, Anda juga berisiko mengalami kanker dan masalah neurologis serta masalah ginjal ketika Anda memiliki AIDS.Kondisi ini dapat bermanifestasi sebagai:- Thrush: lapisan keputihan dan tebal pada lidah atau mulut yang disebabkan oleh infeksi jamur dan kadang-kadang disertai dengan sakit tenggorokan

- Infeksi jamur vagina yang parah atau berulang
- Penyakit radang panggul kronis
- Infeksi parah dan sering mengalami kelelahan ekstrem yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, yang mungkin muncul bersamaan dengan sakit kepala, dan/atau pusing
- Turunnya berat badan lebih dari 5 kg yang tidak disebabkan karena peningkatan latihan fisik atau diet
- Memar lebih mudah dari biasanya
- Periode diare yang lebih sering
- Sering demam dan/atau berkeringat di malam hari
- Pembengkakan atau pengerasan kelenjar yang terletak di tenggorokan, ketiak, atau pangkal paha
- Periode batuk kering yang menerus
- Meningkatnya sesak napas
- Munculnya perubahan warna atau keunguan pada kulit atau dalam mulut
- Perdarahan pada kulit, mulut, hidung, anus, atau vagina, atau dari pembukaan di dalam tubuh tanpa sebab
- Ruam kulit yang sering atau tidak biasa
- Mati rasa parah atau nyeri pada tangan atau kaki, hilangnya kendali otot dan refleks, kelumpuhan, atau hilangnya kekuatan otot
- Kebingungan, perubahan kepribadian, atau penurunan kemampuan mental

Apa penyebab HIV dan AIDS?

AIDS disebabkan oleh HIV. HIV ditularkan melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, air mani, dan cairan vagina dari orang yang terinfeksi. Sebagai contoh:
HIV paling sering menular secara seksual. Hal ini karena cairan bercampur dan virus dapat ditularkan, terutama di mana ada air di jaringan vagina atau dubur, luka, atau infeksi menular seksual lainnya (IMS). Perempuan remaja sangat rentan terhadap infeksi HIV karena selaput vagina mereka lebih tipis dan lebih rentan terhadap infeksi dibandingkan wanita dewasa.
Dengan berbagi jarum suntik dan peralatan obat suntik lainnya yang terkontaminasi dengan HIV.
Dengan menggunakan peralatan tato dan body piercing (termasuk tinta) yang tidak disterilkan atau benar-benar dibersihkan dan terinfeksi HIV.
Dari seorang ibu dengan HIV kepada bayinya (sebelum atau selama kelahiran) dan dengan menyusui.
Dengan memiliki infeksi menular seksual (IMS) lainnya seperti klamidia atau gonore. IMS dapat melemahkan perlindungan alami tubuh Anda dan meningkatkan kesempatan Anda terinfeksi HIV jika Anda terkena virus.
Kontak dengan darah, air mani, atau cairan vagina yang memiliki infeksi HIV pada luka atau luka terbuka

Anda tidak dapat ditularkan HIV melalui kontak sehari-hari seperti:
- Menyentuh
- Berjabat tangan
- Berpelukan atau berciuman
- Batuk dan bersin
- Memberikan darah
- Menggunakan kolam renang atau dudukan toilet
- Berbagi sprei
- Peralatan makan atau makanan
- Hewan, nyamuk, atau serangga lainnya.

Faktor-faktor risiko
- AIDS disebabkan oleh HIV dan virus ini ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh dari pasien HIV, termasuk darah, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu.
- jarum suntik dan peralatan obat suntik lainnya yang terkontaminasi dengan HIV.
- Dengan menggunakan peralatan tato dan body piercing (termasuk tinta) dan terinfeksi HIV.
- Dari seorang ibu dengan HIV kepada bayinya (sebelum atau selama kelahiran) dan dengan menyusui.
- Kontak dengan darah, air mani, atau cairan vagina yang terinfeksi HIV pada luka atau luka terbuka. komplikasi penyakit HIV/AIDS

1. TuberkulosisTuberkulosis (TB) adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menyerang seluruh tubuh, tetapi paling sering menyerang paru. Pada orang sehat, kuman TB dapat saja berada di dalam tubuh namun tidak menyebabkan penyakit. Namun, berbeda pada penderita HIV, terutama HIV/AIDS yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah.Pada penderita HIV yang memiliki kuman TB, mereka berisiko sepuluh kali untuk terkena penyakit TB, terutama pada penderita HIV/AIDS yang memiliki sel kekebalan tubuh CD4 di bawah 200. Terlebih lagi, terlepas dari jumlah sel CD4, jika penderita HIV terinfeksi TB berarti sudah pada tahap HIV/AIDS. Di dunia, TB merupakan penyebab utama kematian penderita HIV.

2. MAC (Mycobacterium Avium Complex)MAC adalah kuman bakteri yang berhubungan dengan TB. Kuman MAC sering berada pada makanan, air dan tanah. Hampir semua orang memiliki kuman MAC pada tubuh mereka. Namun, jika sistem kekebalan tubuh Anda kuat, MAC tidak akan memberikan masalah.MAC biasanya menyebabkan penyakit infeksi serius ketika HIV/AIDS sudah mencapai angka CD4 di bawah 50. Infeksi dapat menjadi serius seperti infeksi darah atau sepsis, hepatitis, dan pneumonia.

3. Pneumocystis PneumoniaPneumocystis Pneumonia (PCP) adalah infeksi serius yang menyebabkan peradangan dan akumulasi cairan di paru-paru. Penyebab PCP adalah infeksi jamur Pneumocystis jiroveci yang tersebar melalui udara. Jamur ini sangat umum dan biasanya orang akan berhasil melawan infeksi ini pada usia 3 atau 4 tahun. Sistem kekebalan tubuh yang baik dapat mengendalikan infeksi ini.Sebaliknya pada penderita HIV/AIDS, infeksi ini dapat membuat penyakit serius. Hampir 75% penderita HIV terinfeksi PCP. Penderita HIV/AIDS dengan jumlah CD4 di bawah 200 lebih sering terinfeksi PCP.

4. CMV (Cytomegalovirus)CMV adalah virus yang umum dan berhubungan dengan virus herpes yang memberikan penyakit herpes oral (pada mulut). Pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang baik, tidak masalah dengan virus ini. Hampir 8 dari 10 orang memiliki virus ini pada tubuh mereka saat berusia 40 tahun.Pada penderita HIV/AIDS, CMV dapat menyebabkan infeksi serius terutama jika jumlah CD4 di bawah 100. Penderita dapat terinfeksi CMV melalui mata, hidung, atau mulut setelah kontak dengan air liur, sperma, cairan vagina, darah, urine, dan air susu ibu penderita. Penderita dapat mengalami infeksi mata serius yang disebut retinitis dan berujung pada kebutaan.

5. Infeksi Oportunistik LainnyaInfeksi oportunistik adalah infeksi serius yang terjadi pada sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pada penderita HIV. Sebaliknya, infeksi ini tidak menimbulkan masalah pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat. Biasanya infeksi oportunistik baru menyerang penderita HIV ketika sudah menjadi HIV/AIDS atau sel CD4 di bawah 200.Hampir semua penyakit infeksi dapat menjadi infeksi oportunistik, seperti candidiasis, Cryptococcus neoformans, Herpes simplex, Toxoplasmosis, dan lainnya. Pada wanita, lebih sering terjadi infeksi bakteri pneumonia dan herpes dan dapat menimbulkan kanker pada sistem reproduksi.

6. LipodistrofiLipodistrofi atau redistribusi lemak adalah masalah pada tubuh dalam membuat, menggunakan dan menyimpan lemak. Hampir sepertiga hingga setengah penderita HIV mengalami lipodistrofi. Angka kejadian makin meningkat akibat penggunaan obat HIV, yaitu ART (antiretroviral therapy). Lipodistrofi pada penderita HIV lebih mungkin terjadi pada penderita HIV yang parah dan sudah lama.Pada pria, lebih sering terjadi kehilangan lemak (lipoartrofi) terutama pada tangan dan kaki, wajah, dan bokong. Pada wanita, lebih sering terjadi penumpukan lemak (lipohipertofi) khususnya pada perut, dada, serta belakang leher dan bahu. Penderita juga dapat mengalami pertumbuhan lemak (tumor jinak) seperti lipoma.

7. Demensia Penyakit HIV juga sering berhubungan dengan penurunan fungsi mental dan keahlian motorik, terutama jika virus sudah menyerang sistem saraf. Akibatnya, terjadi kerusakan otak dan menyebabkan HIV-associated neurocognitive disorders (HAND). Terdapat tiga kelas dari HAND, yakni:Asymptomatic neurocognitive impairment, ketika pada pemeriksaan terlihat adanya penurunan kemampuan mental namun tidak memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Mild neurocognitive disorder, ketika sudah memengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan sehari-hari.
HIV-associated dementia, ketika sudah sangat membatasi kemampuan seseorang untuk hidup secara normal. Pada tahap akhir, penderita dapat mengalami kejang, psikosis, dan kehilangan kemampuan untuk mengendalikan kemampuan buang air kecil dan besar.

8. KankerPenderita HIV/AIDS juga rentan menjadi kanker, terutama kanker Non-Hodgkin’s lymphoma (NHL) dan Kaposi’s sarkoma (KS). NHL adalah kanker sel darah putih limfosit yang dimulai pada sistem kelenjar getah bening. Sehingga sel kanker mudah menyebar ke organ lain seperti hati, tulang, otak, perut, dan lainnya. Pasien HIV yang memiliki jumlah CD4 tinggi dan belum menjadi AIDS juga dapat menderita kanker NHL.KS adalah kanker dengan pembuluh darah kecil baru tumbuh di bawah kulit dan dalam membran mulut, hidung, mata dan anus. Kanker ini dapat menyebar hingga ke paru-paru, hati, perut, usus, dan kelenjar getah bening. Pria memiliki risiko delapan kali lebih besar untuk terkena kanker KS.

9. Sindrom Wasting pada AIDSSindrom wasting pada AIDS bukanlah suatu penyakit khusus. Sindrom wasting terjadi pada penderita yang kehilangan bobot tubuhnya sebanyak 10%, terutama massa otot. Penderita juga mengalami diare minimal selama 1 bulan, kelemahan yang ekstrem, serta demam yang tidak berhubungan dengan infeksi.
Sindrom ini membuat penderita lebih mudah terkena infeksi oportunistik, demensia, dan bahkan kematian. Bahkan kehilangan bobot tubuh hanya 5% sudah meningkatkan risiko sebanyak dua kali lipat.
Terdapat banyak komplikasi dari penyakit HIV/AIDS. Lakukan pengobatan HIV secara teratur dan sesuai saran dokter, agar terhindar dari komplikasinya yang berbahaya dan mematikan.