•   Hotline: (62) 8-1234567-266
  •   Info@assabilholyholistic.com

BEGINILAH RAHASIA EFEKTIFITAS PENGOBATAN BEKAM

Inilah salah satu rahasia agar pengobatan bekam dalam penanganan berbagai macam kasus penyakit atau keluhan pasien menjadi lebih efektif, dan hal ini jarang diketahui bahkan oleh para pembekam sendiri kecuali oleh mereka yang memang mendalaminya dan mempelajarinya. Apa itu?

Yakni ketepatan menetapkan titik bekam sesuai riwayat, gejala-gejala klinis, keluhan dan tentunya penyakit yang diderita pasien. Sebaliknya, kesalahan dan ketidaktepatan menetapkan titik bekam ini akan berefek pada mubadzirnya bekam yang dilakukan karena tidak memberikan efek positif hingga kesembuhan yang signifikan. Mengapa kami katakan begitu? Karena tidak sedikit pembekam yang sembarang menetapkan titik, yang biasanya hanya di punggung saja. Keluhan pusing titik bekamnya di punggung. Tinitus titik bekamnya di punggung. Vertigo titik bekamnya di punggung. Pokoknya serba punggung dan apa pun punggung. Memang adakalanya titik-titik bekam di punggung sudah memberikan efek positif. Tetapi hal itu hanya sebatas pada efek kenyamanan di badan, tidak langsung menukik kepada penyakit-penyakit seperti yang disebutkan di atas.

Yang lebih ngenes lagi, ketidakakuratan penetapan titik bekam ini ditambah lagi dengan jumlah titik yang kelewat banyak, sehingga semua area punggung penuh dengan kop bekam. Ada satu cerita pasien Assabil, dia pernah dibekam sebanyak 70an titik. Lebih celakanya lagi, titik-titik yang sama diulang lagi seminggu kemudian. Keruan saja dia jadi meriang. Maka setelah mendapatkan kejelasan tentang akurasi titik-titik bekam ini dan kemubadziran titik-titik bekam yang tidak akurat, barulah si pasien tersebut menjadi paham. Ternyata penetapan titik bekam tidak boleh dilakukan sembarangan asal ngekop sana sedot sini.

Di antara contohnya adalah keluhan sinusitis, yang biasanya akan disertai berbagai macam keluhan, seperti hidung mampet, napas berat, pusing. Maka untuk penetapan titik bekamnya perlu melihat posisi sinus frontalis dan maksillaris. Ini yang pertama harus dijadikan pertimbangan. Lalu perlu dipertimbangkan lagi gejala-gejala klinis yang menyertainya. Boleh saja ditambahi beberapa titik Nabawi atau juga di zhahr sebagai penyeimbang dan penguat, tak perlu banyak-banyak.

Lalu bagaimana dengan asumsi pasien bahwa titik bekam yang banyak akan memberikan efek positif dan kesembuhan yang lebih banyak pula?

Dapat kami tanggapi: Mengapa pasien berasumsi seperti itu? Tepatnya, dari mana dia mendapatkan informasi seperti itu ketika statusnya hanya sebagai pasien yang tidak mengerti masalah bekam? Mudah ditebak, jika sebelumnya dia pernah bekam, maka kemungkinan besar dia mendapatkan info tersebut dari pembekamnya. Atau bisa juga dia mendapatkan info dari membaca tulisan. Yang berarti tulisan ini pun dibuat oleh para pembekam. Pembekam yang keilmuannya bagaimana? Maka kembali ke statemen di atas dan kenyataan di lapangan, tidak sedikit pembekam yang menetapkan titik bekam sekenanya tanpa pertimbangan apa pun atau bahkan tanpa diagnosa apa pun. Dan hal inilah yang perlu diluruskan jika dianggap bengkok atau minimal ada informasi pembanding untuk menciptakan balancing.

Sebagai contoh, kasus sinusitis, maka titik bekamnya cukup di samping hidung kanan kiri atau janibai al-anf, dan di atas alis bagian dalam atau al-jabhah, sejajar dengan posisi sinus maksillaris atau frontalis. In syaa Allah semua keluhan yang dirasakan pasien akan mendapatkan kesembuhan atau minimal berkurang.

Karena itu banyak pasien Assabil yang terheran-heran karena titik bekam di Assabil serba nano-nano. Begitu mereka bilang. Mengapa? Karena pasien yang berkomentar seperti itu sudah rutin bekam di tempat lain, dan titik bekamnya tidak pernah beranjak dari punggung. Karena itu problem sinusitisnya tidak pernah sembuh. Berkurang pun tidak.

Lalu bagaimana dengan pasien, apalagi paa gadis, yang ogah-ogahan ditawari titik bekam di muka ini? jawabnya, itu sih tinggal bagaimana bahasa komunikasinya.
Karena rahasia ini sudah diungkap, sudah disebar, sudah dibaca banyak orang, maka jadinya bukan lagi rahasia.

Semoga manfaat, bagi para pembekam dan bagi para pasien.