•   Hotline: (62) 8-1234567-266
  •   Info@assabilholyholistic.com

TITIK BEKAM NABAWI YANG BENAR

Yang dimaksudkan titik Nabawi adalah titik-titik bekam yang didasarkan kepada hadits-hadits Rasulullah, baik secara amaliyah, qauliyah, taqririyah maupun shifah. Dengan kata lain, titik-titik tersebut yang diaplikasikan kepada beliau sebagai pasien (karena beliau tidak pernah berperan sebagai pembekam), atau beliau menyampaikannya melalui lisan, atau ada orang lain yang melakukannya dan diakui oleh beliau, atau beliau menyampaikan suatu pensifatan tentang titik bekam.

Adakalanya terjadi perbedaan pendapat di kalangan para praktisi bekam tentang posisi titik-titik Nabawi. Bahkan perbedaan tersebut ada yang cukup menonjol. Contohnya, titik al-warik diletakkan di posisi lumbar yang dalam bahasa Arabnya disebut al-qathan. Yang paling menonjol adalah perbedaan posisi al-kahil. Titik yang paling penting dalam praktik hijamah. Mayoritas pembekam memposisikannya di leher belakang yang secara anatomis di cervicalis. Bahkan ada yang memposisikan zhahrul-qadam di betis yang bahasa Arabnya as-saq.

Perbedaan ini terjadi karena minimnya penjelasan tentang posisi anatomis dari masing-masing titik Nabawi ini. Tapi sebenarnya pendapat ini pun kurang tepat. Karena sebenarnya penjelasannya sudah ada di dalam kutubusy-syuruh yang menjelaskan dan menguraikan tidap hadits. Kalaulah di dalam kitab-kitab itu tidak ada penjelasannya, dapat dikuatkan dengan pendekatan bahasa yang dapat dibuka di kitab-kitab kamus bahasa Arab. Jadi sebenarnya tidak ada yang sulit dalam menetapkan posisi anatomisnya.

Yang pasti, kesempatan tiap orang berbeda-beda untuk mengakses pengetahuan tentang masalah ini sehingga terjadi kesalahan dan kekeliruan tersebut. Maka di sinilah perlunya belajar. Artinya, ilmu bekam tidak berhenti pada urusan ngekop dan mengeluarkan darah saja, tapi juga harus disertai kajian terhadap hadits dan ilmu hadits.

Di sini pula perlunya mencari sanad ilmu bekam. Sebab banyak LKP bekam. Banyak yang mengajarkan bekam. Namun banyak pula yang tidak menjelaskan posisi titik-titik Nabawi ini berdasarkan pengetahuan di atas, atau bahkan ada yang pengajarannya salah, sehingga menghasilkan murid yang ilmunya juga salah, lalu terus-menerus menimbulkan efek multichange kesalahan.

NO NAMA TITIK POSISI ANATOMIS JUMLAH TITIK
1 Ummu mughits Kepala atas 1 titik
2 Al-Hammah Kepala atas 1 titik
3 Al-Yafukh Depan Ummu mughits 1 titik
4 Ar-Ra’s Kepala 1 titik, relatif
5 Jauzatul-qamahduwah Occipital 1 titik
6 Al-Kahil Torakal atas 1 titik
7 Al-Akhda’ain Tengkuk 2 titik
8 Azh-Zhahr Punggung 1 titik, relatif
9 Al-Warik Panggul 2 titik
10 Zhahrul-qadam Punggung telapak kaki 2 titik
  Jumlah   13 titik

Setiap titik Nabawi ini ada dalilnya, ada haditsnya, dari yang shahih sampai ke dha’if. Dan hanya satu titik saja yang dha’if, yaitu di titik jauzatul-qamahduwah. Sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa semua hadits dha’if tidak boleh diamalkan. Namun ada pula yang membolehkannya selagi dalam amal-amal jibillah dan bukan qurbah atau yang berimplikasi hukum, selagi ada penjelasan tentang kedudukannya yang dha’if.

Maka setiap calon pembekam atau yang selama ini sudah berpraktik bekam namun kurang mendapatkan akses pengetahuan yang memadai tentang ilmu bekam termasuk kajian titik-titik Nabawi ini, perlu mencari LKP bekam yang mengajarkan ilmu bekam dengan materi yang lebih menyeluruh.