•   Hotline: (62) 8-1234567-266
  •   Info@assabilholyholistic.com

PENDERITA STROKE ITU SUDAH BISA DUDUK NORMAL

Terus terang, untuk kasus stroke dengan berbagai jenis dan kondisinya merupakan kondisi yang relatif sulit untuk diobati dengan bekam. Apalagi jika sudah bertahun-tahun dengan paralysis hemiplegia total. Meski begitu beberapa indikasi positif dapat dirasakan oleh pasien stroke setelah dibekam. Sebagai misal, tidurnya nyenyak, makanya enak, badanya nyaman, tidak lagi tersedak, juga gerakan-gerakan yang lebih meningkat jika dibandingkan sebelum bekam. Tapi memang begitulah untuk penanganan penderita stroke. Artinya, dengan metode pengobatan lain pun juga memerlukan waktu yang panjang dan lama. Termasuk pula dengan fisioterapi.

Kemaren Assabil mendapatkan pasien stroke. Pria usia sekitar 55 tahun. Kondisi paralysis total. Hanya bisa berbaring. Jangankan berdiri dan berjalan. Duduk pun tak mampu. Artinya, saat dia didudukkan, maka badanya terguling dan tak mampu menyangga. Bersama anak putrinya, dia datang ke Assabil dan baru sekali bekam. Saat konsultasi, ternyata pasien sudah bisa duduk. Hanya dengan sekali bekam. Hanya sekali bekam saja. Ma syaa Allah wal-hamdulillah.

Untuk kedatangan kedua kalinya ini akan dibekam khususnya di bagian kaki, dengan harapan pada saat kedatangan ketiga nanti sudah ada evaluasi dan perkembangan yang positif.
Yang perlu diketahui, titik-titik bekam untuk penderita stroke, dan juga kasus-kasus lainya harus dilakukan secara bertahap dengan titik-titik yang terukur, tidak asal tempel tidak asal sedot. Sebab jika tidak, maka bekam yang dilakukan kurang memberikan efek positif. Sebagai gambaran, kedatangan pertama dibekam satu titik di ummu mughits, di kepala. Juga beberapa titik lain di punggung, terutama yang berhubungan sistem kardiovaskuler. Kedatangan kedua dapat dikonsentrasikan di bagian tangan atau boleh juga di bagian kaki. Tentatif. Taruhlah dibekam di bagian kaki. Maka kedatangan ketiga dibekam di bagian tangan. Begitu seterusnya secara berkala.

Secara umum untuk kasus stroke, lebih sering dibekam dengan titik terbatas lebih baik dan lebih efektif daripada banyak titik namun jarang. Tentu saja ini masuk ke ranah ijtihadiyah. Sebab ada pembekam lain yang berbeda pandangan dan pendapat. Tapi ijtihad yang kami lakukan tidak asal-asalan. Berdasarkan pengalaman. Kami sudah pernah membuat eksperimen terhadap beberapa orang pasien stroke saat kami memulai berkiprah di dunia bekam sejak tahun 2003. Kami pernah membekam seorang pasien ibu-ibu yang mengalami stroke selama 2 tahun. Tahu apa penyebabnya? Dia dihajar suaminya dengan pukulan huk telak mengenai wajahnya. Sementara di jari-jari tangan suaminya bertengger beberapa cincin batu akik. Maka seketika itu pula dia lumpuh separoh badan. Kami membekamnya sebanyak 24 kali selama sebulan. Nyaris tiap hari. Dalam tiap kedatangan hanya dibekam dengan satu atau dua atau tiga titik. Lalu bagaimana hasilnya? Ma syaa Allah, tanpa merinci satu persatu, efeknya sangat cepat dan jauh lebih hebat ketimbang bekam dengan rentang waktu yang lebih jarang. Kami lakukan hal ini, sekali lagi sebagai eksperimen. Tentu saja dengan kerelaan pasien yang bersangkutan, dan bahkan dengan senang hati dia berkenan menjadi obyek percobaan. Sebab gratis tis. Sebab sebelumnya dia sebagai buruh cuci, juga tidak punya dana untuk membayar.

Tentu saja kami sangat senang dan bahagia ketika para pasien yang datang kepada kami diberikan kesembuhan oleh Allah melalui pengobatan bekam sunah yang mulia dan penuh barakah ini.