•   Hotline: (62) 8-1234567-266
  •   Info@assabilholyholistic.com

BEBERAPA FAKTA TENTANG ASSABIL HOLY HOLISTIC DI DUNIA BEKAM

Yang layak disyukuri bersama, saat ini bekam praktik bekam makin marak, ada dimana-mana, dilakukan para pembekam, dan di sisi lain ummat juga makin tertarik memilih bekam sebagai pilihan pengobatan dari berbagai macam kasus yang mereka alami.


Konsentrasi ke masalah kemunculan para pembekam, tentu hal ini menjadi sinyal positif bagi dakwah Sunah dalam bidang pengobatan. Walaupun di satu sisi juga memunculkan kekhawatiran tersendiri. Pasalnya, mereka melakukkan praktik bekam tanpa proses pembelajaran yang memadai, tanpa mengikuti pelatihan, tanpa mengikuti kursus yang terstandar.

Padahal bekam adalah pengobatan dengan mengeluarkan duh tubuh berupa darah. Padahal darah sangat berpotensi menularkan penyakit dari satu orang ke lain orang. Sehingga bekam yang tadinya dimaksudkan untuk menyembuhkan penyakit justru berbalik menjadi sarana penyebaran penyakit.

Kembali ke tema. Lalu dimana posisi Assabil di antara kemunculan ribuan pembekam selama ini? Apa bedanya dengan mereka? Apa persamaanya dengan mereka? Sekedar sebagai informasi, inilah beberapa perbedaanya:

  1. Assabil dengan LKP-nya justru aktif menggodok dan menghasilkan para pembekam dengan cara menyelenggarakan pelatihan, di mayoritas wilayah di Indonesia. Ust. Kathur sebagai CEO Assabil group bersama Usth. Aminah, sudah keliling Indonesia, bahkan Malaysia, Brunei, Hong kong, Macau, tepatnya sejak 2003. Tapi pelatihan Assabil memiliki spesifikasi yang berbeda, karena mengedepankan standar bekam steril, aman dan bermartabat.
  2. LKP Assabil in syaa Allah yang pertama merupakan LKP legal dan bahkan memiliki NILEK di bawah pengawasan dirjen pendidikan nonformal, yang berarti sudah berskala nasional, yang berbeda dengan izin LKP biasa yang hanya dikeluarkan oleh pemda. Legalitas ini sudah dikantongi sejak tahun 2009
  3. LKP Assabil paling banyak menghasilkan alumni, walau memang tidak semuanya menjadi praktisi bekam. Hingga September 2018 sudah terselenggara pelatihan sebanyak 145 angkatan. Perkiraan kasar sudah menghasilkan lebih dari 24.000 alumni. Semoga hal ini menjadi ilman nafi’an.
  4. Sebelum Assabil membuka pelatihan, terlebih dahulu Ust. Kathur bersama istri melakukan berbagai macam eksperimen mengenai praktik bekam selama hampir dua tahun, tepatnya dari tahun 2002 – 2003. Hal ini meliputi semua hal yang berkait dengan praktik bekam, termasuk yang terindikasi malpraktik.
  5. Assabil sudah aktif melayani pasien sejak 2003. Dengan begitu Asssabil sudah memiliki pengalaman dalam penanganan berbagai macam penyakit.
  6. Ust. Kathur dan Usth. Aminah terlibat secara langsung dalam menghadap kasus-kasus pasien, tidak hanya seperti bos klinik pengobatan yang menyerahkan urusan pengobatan kepada para terapisnya, dan cukup hanya menerima hasilnya.
  7. Ust. Kathur memiliki background sebagai seorang penulis dan penerjemah. Hal ini menguatkan sisi keilmuan dalam bidang pengobatan bekam dan konsistensi dalam Sunah Nabawiyah.
  8. Usth. Aminah memiliki background di dunia medis karena pernah kuliah di fakultas kedokteran, tidak lanjut hanya karena kemiskinan masa lalu yang menghimpit. Dua sisi ini dipertemukan dalam satu praktik bekam sehingga muncullah jargon bekam steril yang diusung Assabil.
  9. Assabil in syaa Allah merupakan tempat bekam pertama kali yang memiliki legalitas dari dinkes. Hal ini didorong oleh kesadaran yang tinggi terhadap aspek hukum dalam membuka praktik pengobatan. Legalitas yang berupa STPT itu sudah dikantongi sejak tahun 2008 dari dinkes Jakarta Timur karena saat itu Assabil berdomisili di Cawang. Jikalau ada pembekam yang sudah mengantongi STPT khusus untuk bekam, bukan pengobatan lain, boleh mengabarkanya.
  10. Sistem bekam di Assabil konsisten sejak awal berlandaskan kepada Sunah Nabawiyah dengan pendekatan kajian dirayah dan riwayah sehingga praktik yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan Sunah. Karena itulah sejak awal Assabil menggunakan sistem syarthah menggunakan pisau bedah yang steril. Karena begitulah bunyi di dalam hadits Nabi secara tekstual. Bagi siapa pun yang memiliki ilmu hadits tentu akan memahami hal ini. sementara mayoritas pembekam menggunakan jarum khusus yang disebut lancet, yang dalam praktiknya sangat mudah dilakukan, berbeda dengan penggunaan pisau bedah yang memang memerlukan pelatihan khusus sedemikian rupa.
  11. Dengan kombinasi sistem syarthah (skarifikasi, torehan, sayatan) ini, maka in syaa Allah Assabil konsisten dengan jargon Bekam Sunah, dan karena standar steril yang diusung, in syaa Allah Assabil konsisten dengan jargon bekam steril. Jadilah Bekam Sunah Steril.
  12. Assabil membuat dan menginovasi semua hal yang berkait dengan praktik bekam, baik yang berhubungan dengan alat, cara, sistem dan keilmuan bekam. Sebagai contoh kecil, waktu pengekopan selama 5 menit adalah hasil percobaan Assabil dengan menghitung kemungkinan berapa kali pengekopan dan kemungkinan berapa lama pengekopan akan menimbulkan efek blister atau lepuhan. Contoh lain, penggunaan pisau bedah nomer 15 adalah percobaan yang dilakukan Assabil, yang diawali dengan penggunaan nomer 11, lalu beralih ke nomer 13, lalu beralih ke nomer 10 dan 20, dan yang terakhir digunakan adalah nomer 15, karena nomer inilah yang paling nyaman, paling mudah menimbulkan efek torehan, tidak menyakitkan seperti penggunaan nomer 11 atau 13, dan yang paling penting karena paling aman jika dilakukan dengan baik.
  13. Assabil membuat inovasi pembuatan kursi khusus bekam yang terbuat dari bahan steinless steel dengan bentuk sedemikian rupa, yang membuat pasien merasa nyaman saat dibekam dan bahkan tidak jarang yang tertidur saat dibekam walau dalam posisi duduk.
  14. Assabil membuat inovasi titik-titik bekam berupa gambar anatomi tubuh manusia dan kode-kode titik terdiri dari huruf dan angka. Kode-kode ini sangat mudah diaplikasikan oleh setiap pembekam, apalagi mereka yang sudah memiliki banyak karyawan/terapis.
  15. Titik-titik bekam yang diterapkan terhadap para pasien sangat terukur dan reasonable, tidak sembarang kop sana kop sini, bahkan terkadang dianggap sulit karena juga harus mengkombinasikan kondisi pasien dan juga dengan pertimbangan jarak kedatangan. Sebagai contoh, kasus sinusitis mesti dibekam di samping hidung sejajar dengan sinus maxillaris ataupun di kening sejajar dengan frontalis. Sementara titik-titik bekam yang digunakan para pembekam hanya di punggung saja sehingga kurang efektif sebagai penyembuhan.
  16. Di perpustakaan Assabil terdapat sekian banyak kitab-kitab turats dalam bidang Thibb Nabawi dan pengobatan, sehingga dapat dijadikan rujukan yang akurat. Profesi ust. Kathur yang sebelumnya sebagai penerjemah juga memudahkan pengkajian kitab-kitab ini.
  17. Assabil memiliki chanel youtube, sebagai media dakwah melalui medsos, yang ditunjang oleh tema IT dan broadcast, termasuk studio mini di lt. 5 yang juga merangkap sebagai ruang pelatihan, berdampingan dengan ruang IT. Tidak jarang para pembekam aktif menengok tayangan di chanel Assabil ini untuk menambah pengetahuan tentang bekam dan Thibb Nabawi.
  18. Semua kasus pasien diperhatikan, dievaluasi dan didiskusikan dengan team Assabil, terutama dengan dr. Zen yang alhamdulillah stand by di Assabil, atau terkadang diskusi dengan dr. Althaf yang tiada lain adalah putra pertama Ust. Kathur yang saat ini masih di Dumai.
  19. Assabil yang berdomisili di jl. Supomo Tebet Barat menempati 2 ruko 5 lantai, walau hanya menggunakan lantai 1,2 dan 5 untuk menunjang praktik bekam, in syaa Allah lumayan representatif. In syaa Allah merupakan tempat bekam pertama dengan fasilitas lift, walau terus-terang biaya yang dikeluarkan untuk menunjang operasional sangat mahal dan tinggi. Tapi tak apalah demi untuk dakwah. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kru Assabil.
  20. Team Assabil ditunjang beberapa bagian dan tugas masing-masing, yakni team medis di bawah arahan dr. Zen dan dr. Althaf, team IT di bawah kendali Reza, team broadcast dipegang Yani dan Yazid, terapis pria di bawah kendali Fauzi, bagian umum di bawah kendali Yazid, terapis wanita di bawah kendali Nana, resepsionis di bawah kendali Vani, kasir di bawah kendali Arni.
  21. Sejak tahun 2010 Assabil mengantongi sertifikat sistem pemusnahan limbah bekam yang termasuk kategori B3 (bahan berbahaya dan beracun) dari KLH (kementerian lingkungan hidup), dan ini merupakan terobosan yang pertama dalam dunia bekam. Sehingga ketika perpanjangan STPT terakhir yang harus menyertakan syarat sertifikat limbah ini, maka Assabil tidak mengalami kesulitan. Sementara praktik-praktik bekam yang lain langsung membuang limbah bekam langsung ke tempat sampah, yang tentu saja hal ini menunjukkan ketidakpedulian terhadap kesehatan secara umum. Ada juga yang membakarnya. Tapi tentu saja cara ini menimbulkan polutan lain berupa asap yang juga bisa bersifat karsinogenik atau pemicu kanker.
  22. In syaa Allah Assabil tidak egois dalam hal pemusnahan limbah. Karena itu Assabil memberikan peluang kerja sama bagi para pembekam lain untuk pemusnahan limbah ini, sehingga dengan kerja sama ini mereka bisa mengurus STPT ke dinkes. Di antara konsekuensinya, mereka juga harus menyetorkan limbah bekam ke Assabil pada hari pengambilan dari perubahan rekanan Assabil.
  23. Di antara konsekuensi pelaksanaan bekam steril, maka semua alat juga harus memenuhi standar steril. Dalam praktik bekam yang paling menonjol adalah alat pembersih darah yang harus menggunakan alat yang sudah disterilkan. Dalam hal ini Assabil konsisten menggunakan kassa steril dalam semua proses pembersihan saat bekam dan mendorong semua pembekam menggunakanya. Sementara di satu sisi mayoritas pembekam menggunakan tissu. Padahal penggunakan tissu ini sudah menyalahi standar pengobatan secara umum dan apa pun jenisnya. Dan yang pasti, penggunaan tissu apalagi untuk mengelap darah di kulit yang terluka sangat berbahaya bagi pasien, yang dimungkinkan dapat bersifat carsinogenik atau menimbulkan efek carsinoma atau istilah lain dari kanker karena dioxin pada tissu sebagai efek penggunaan klor dalam jumlah yang banyak dalam proses pembuatan tissu.
  24. Sistem layanan yang baik dan terstandar, dari registrasi, pencatatan semua data, sistem evaluasi, hingga ke sistem sanitasi dan pemusnahan limbah.
  25. Ust. Kathur juga dipercaya sebagai ketua Majlis Syura Perkumpulan Bekam Indonesia, yang di antara tugasnya membuat SOP praktik bekam dalam buku Panduan Bekam yang digunakan sebagai buku pegangan bagi setiap pembekam, khususnya yang bergabung di bawah bendera PBI, satu-satunya organisasi profesi bekam di Indonesia dan menjadi mitra pemerintah.
  26. Assabil menjalin kerja sama dengan beberapa pihak yang berkaitan dengan praktik bekam dan pengajaranya atau pemberdayaan ummat. Kerja sama dengan prodi S1 keperawatan UIN Jakarta dalam hal kuliah komplementer bekam 2 SKS yang perkuliahanya juga diselenggarakan di lt. 4 Assabil. Untuk tahun ini sebanyak 120 mhsw, yang dilanjutkan dengan program magang selama 3 minggu. Kuliah bhs Arab keperawatan dengan stikes Sismadi. Juga beberapa bentuk kegiatan lain dengan beberapa stikes yang lain. Hal ini terjadi karena standar bekam di Assabil linear dengan standar keilmuan medis dan saling menguatkan, bukan memasang jarak dan tidak pula diskriminatif.
  27. Klinik Assabil juga sebagai tempat berbagai pertemuan dan kegiatan lain, menjadi sekretariat International Islamic Medicine Foundation (IIMF) dan markas relawan IIMF, yang saat ini sudah memiliki 1 unit ambulance.
  28. Dan lain-lainya yang sebenarnya masih banyak jika diuraikan semuanya.


Dengan segala kerendahan hati Assabil memohon maaf jika point-point ini diklaim sebagai kelebihan, padahal sama sekali bukan kelebihan dan tidak ada yang istimewa. Tidak ada yang lebih tidak ada yang kurang. Mungkin lebih tepatnya sekedar sebagai studi komparatif, untuk membedakan antara Assabil dengan beberapa praktik bekam yang lain. Karena boleh jadi ada sebagian orang khususnya para pasien atau calon pasien yang kebingungan membedakan di antara sekian banyak praktik bekam dengan berbagai macam ragamnya.

Maka Assabil akan mengapresiasi kepada pihak mana pun yang kemungkinan memiliki kelebihan-kelebihan lain dalam praktik bekam atau bahkan lebih baik dari apa yang pernah dilakukan Assabil.

Yang pasti team Assabil senantiasa berdoa kepada Allah atas semua ini, memohon afiat bagi team Assabil dan semua pasien yang datang, memohon manfaat barokah bagi para alumni Assabil, memohon kebaikan bagi ummat Islam.

TEAM ASSABIL