•   Hotline: (62) 8-1234567-266
  •   Info@assabilholyholistic.com

TAMU DARI FILIPINA

Kemaren Assabil Holy Holistic kedatangan tamu dari Filipina. Ustadz Arafat. Tepatnya dari Marawi Filipina Selatan, yang penduduk mayoritasnya Muslim. Sekitar 70%. Beliau pernah kuliah di UIN Jakarta lalu pindah ke LIPIA hingga saat ini dengan mengambil kulliyyah syariah.

Oya, beliau juga datang bersama satu temannya, sama-sama kuliah di tempat yang sama dan akan mengembangkan dakwah di sana yang memang masih minim, terutama yang bermanhaj Sunnah.

Beliau bersama temannya akan memperdalam ilmu hijamah, dan pilihannya adalah Assabil Holy Holistic dengan alasan bla bla bla. Lalu hendak mengembangkan rumah bekam di Filipina. Menurutnya, di sana memang sudah ada layanan bekam. Tapi tempatnya jorok, standarnya sangat rendah dan bahkan berbahaya. Sebab alat pegeluaran darahnya menggunakan silet cukur biasa.

In syaa Allah ke depan Assabil akan melakukan kerja sama sistem layanan bekam di Filipina bersama beliau, dengan standar yang baik dan layak sebagai sistem pengobatan modern dan dakwah Sunnah thibbiyyah, agar Sunnah pengobatan ini makin marak di mana-mana dan menciptakan ummat yang sehat jasmani rohani.
Karena itulah saat ini Assabil sedang menggodok sistem layanan yang lebih modern secara digital untuk memudahkan pengawasan dan layanan yang lebih terpadu, mudah dan efektif. Sehingga ketika nanti ada beberapa cabang Assabil di berbagai tempat dan kota, sistem inilah yang akan menunjang pengawasan dan pelaksanaan kerja sama.

Lalu bagaimana dengan masalah bahasa?

Kata beliau, sebenarnya banyak perbendaharaan kata di sana yang mirip dengan bahasa Indonesia walau tetap lebih banyak yang berbeda. In syaa Allah dalam hal ini tidak ada masalah karena toh semua bisa berproses.

Beliau juga lumayan fasih berbahasa Indonesia walau masiah terkendala beberapa kosa kata yang beliau tak paham. Karena itu kemaren kami lebi asyik ngobrol menggunakan bahasa Arab. Bahasa Qur’any, bahasa Arab yang belakangan ini dianggap sebagai bahasa impor dari Arab sebagaimana Islam yang dianggap agama impor dari Arab dengan tradisi ka-Arabannya sehingga perlu dimunculkan istilah Islam nusantara oleh segerombolan manusia yang gagal paham.

Karena itu walau kemaren itu merupakan pertemuan pertama kali, seakan-akan kami sudah lama kenal. Seolah-olah kami layaknya sahabat karib. Kami disatukan dalam keakraban karena manhaj yang sama, karena pemikiran yang sama, karena niat yang sama. Hanya saja kami tidak dapat berlama-lama berbincang karena masih banyak pasien yang gantri dan harus konsultasi.