BISAKAH EMM AL GHAZALI ANAK AHMAD DHANI DIBEKAM?

Dikutip dari Kompas.com, Artis musik Ahmad Dhani mengungkapkan penyebab anaknya, Al Ghazali, pingsan dan mengalami kecelakaan di kawasan Condet, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Dhani berujar, Al pingsan lantaran pengaruh dari obat yang dikonsumsinya sebelum mengendarai mobil. "Al itu kena EMM. Itu penyakit keracunan obat, ada beberapa obat yang tidak bisa dikonsumsi," ujar Dhani saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Ampera Raya, Senin (24/9/2018).

EMM atau EM atau erythema multiforme is a cutaneous and mucosal hypersensitivity reaction with characteristic lesions in target triggered by certain antigenic stimuli. It represents an acute condition, sometimes recurrent, of the skin and mucosal membranes manifested by papular, bullous, and necrotic lesions. Its causes are variable and numerous, and its evolution is generally favorable. (www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470259/)

(Erythema multiforme (EM) adalah reaksi hipersensitivitas kulit dan mukosa dengan lesi khas pada target yang dipicu oleh rangsangan antigenik tertentu. Ini merupakan kondisi akut, kadang-kadang berulang, pada kulit dan membran mukosa yang dimanifestasikan oleh lesi papular, bullous, dan nekrotik. Penyebabnya bervariasi dan banyak, dan hasil evolusi secara umum ada perbaikan)

Gejala paling menonjol yang dialami penderita EM adalah munculnya ruam-ruam di bagian kulit mana pun, gatal, dan kelainan di bibir, kulit kelamin dan lain-ainnya. Ahmad Dhani mengungkap kekhawatirannya andai ke depan anaknya terkena SJS atau Stevens-Johnson syndrome. Antara EM dan SJS memang memiliki kemiripan gejala di kulit. Bahkan diberitakan Al Ghazali mengalami pingsan karena sebelumnya menyetir mobil mengkonsumsi beberapa tablet antimo yang tidak dapat diterima oleh tubuhnya karena EM tersebut.

Lalu dapatkan kasus EMM yang dialami Al Ghazali diobati dengan bekam?
Jawabannya, kenapa tidak?

Memang kami tidak berani memberikan jaminan kesembuhan. Toh kesembuhan berasal dari Allah.Tapi setidaknya gejala-gejala klinis yang dialaminya dapat diminimalisir seperti tatkala kami mengobati berbagai jenis penyakit dengan gejala-gejala yang mirip seperti karena aspek hipersensitifitas atau alergik.

Mungkin gejala klinis yang layak dipertimbangkan adalah efek pingsan yang dialami Al Ghazali karena EM ini. Sementara kami sudah memiliki pengalaman yang lumayan banyak untuk berbagai macam kasus pingsan yang dialami pasien. Bahkan ada seorang anak usia 5 tahun, dalam sehari mengalami pingsan hingga 70 kali dalam sehari. Alhamdulillah setelah bekam tiga kali, pasien anak ini pernah 1 minggu sama sekali tidak pingsan. Kalaulah kemudian pingsan lagi, maka dalam sehari hanya berkisar 20 kali. Artinya, sudah ada siginifikasi perubahan positif lebih dari 60% dan bahkan lebih.

Mungkin Ahmad Dhani pernah punya riwayat kurang menyenangkan dengan pengobatan bekam, yang dalam berita yang kami ikuti mengalami trombositopenia. Penurunan jumlah trombosit.

Hal ini dapat kami analisa sebagai berikut:

  1. Kemungkinan alat pengeluaran darah menggunakan lancet atau jarum. Sebagaimana yang diketahui, penggunaan lancet dalam bekam berefek terhadap pengeluaran darah yang lebih banyak, yang rerata darah hampir memenuhi ruang gelas kop. Sementara kami, klinik bekam sunnah steril Assabil menggunakan surgical blade dengan torehan yang super tipis menyasar perifer kulit, sehingga darah yang keluar hanya sedikit karena obyek torehan hanya mengenai kapiler dan mungkin ke bawahnya sedikit ke anastomosis.
  2. Kemungkinan titik bekamnya langsung banyak. Jika hal ini dipadu dengan penggunaan lancet, maka tentu saja dalam sekali bekam akan dikeluarkan banyak darah yang dapat memicu tombositopenia. Sementara titik-titik bekam di klinik bekam sunnah steril Assabil tidak banyak, terukur, disesuaikan dengan kondisi pasien.
  3. Kemungkinan jeda waktu antar bekam terlalu berdekatan. Jika hal ini dipadu dengan penggunaan lancet plus jumlah titik yang banyak, maka dimungkinkan dapat mengakibat trombositipenia yang dimaksud. Sementara klinik bekam sunnah steril Assabil menerapkan penjenjangan waktu yan terukur. Jikalau harus dilakukan pembekam dengan jarak yang lebih dekat, maka dilakukan penghitungan dengan jumlah titik pada tiap kedatangan.
  4. Klinik bekam sunnah steril Assabil menggunakan sistem syarthah atau torehan dan bukan menggunakan lancet, karena itulah yang sesuai dengan kaidah ilmi dirayah dan riwayah dalam memahami hadits Nabi. Dalam hal ini Assabil selalui istiqmah dan konsisten.
  5. Klinik bekam sunnah steril Assabil justru pernah menangani pasien trombositopenia dengan jumlah trombosir hanya kurang dari 10.000. sehingga jika ybs terluka sedikit saja, maka darahnya langsung menetes dan bahkan mengucur. Kami membekamnya secara khusus dan dengan cara yang khusus. Alhamdulillah, hanya dengan 5 kali bekam, trombositnya sudah normal menjadi 200.000. Alhamdulillah.

Kesimpulannya, menurut ijtihad kami yang sudah berhasil menangani berbagai macam kasus penyakit, tidak ada salah kasus EM yang dialami Al Ghazali diobati dengan bekam yang merupakan bagian dari Sunnah Rasulullah. Caranya dengan pembekaman di beberapa titik tertentu, seperti di titik yang berdekatan dengan kelenjar adrenal untuk penanganan hipersensitifitasnya, dan beberapa titik yang lain. Karena itu proses pembekam harus diulang hingga beberapa kali. Sementara pengobatan medis tetap dapat dilanjurkan seperti biasa.
Teriring salam dari kami keluarga Assabil, semoga Allah memberikan kesehatan kepada Al Ghazali dan siapa pun yang datang kepada kami.

Kathur Suhardi
CEO Assabil Group Jakarta