•   Hotline: (62) 8-1234567-266
  •   Info@assabilholyholistic.com

STORY COMPARATIVE AHOK – KA'AB

Mari kita ikuti jejak tarikh Islam pada tahun ketiga setelah hijrah, tepatnya setelah perang Badar dengan kemenangan mutlak di tangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Shallallahu Alaihi wa Sallam dan pasukan Islam.

Ka'ab bin Asyraf adalah salah seorang dari suku Thai' dari Bani Nubhan. Ibunya dari keturunan Bani Nadir. Terkenal sebagai lelaki tampan, pesolek, penggemar parum, kaya raya dan menjadi salah satu pemuka Bani Nadhir, perkampungan Yahudi Madinah yang terkenal. Dia hidup di dalam benteng yang dibangunnya sendiri di tenggara Madinah, posisinya di sisi belakang perkampungan bani nadhir.

Dia sangat membenci Islam, membenci orang-orang islam, licik melakukan adu domba, membenci Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, mengolok-olok beliau. Syair-syairnya penuh dengan ejekan dan cacian kepada para wanita shahabiyah terutama Ummu Fadhil binti Al-Harits, istri Al-Abbas bin Abdil-Muthalib.

Setelah dia mendengar kabar kemenangan pasukan Muslimin dan kekalahan telak pasukan kafir Makkah di perang Badar, maka dia pun menjadi marah besar, yang membuat kebenciannya terhadap Islam makin membara. Maka ucapan-ucapannya pun semakin tidak terkontrol. Mungkin mirip pula dengan ahok dalam hal ini. Dia menemui para pemimpin kafir Makkah, membakar semangat mereka untuk memusuhi dan memerangi kaum Muslimin, membangkitkan kembali semangat untuk berperang. Padahal sebelumnya sudah ada perjanjian damai antara Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan semua kaum yahudi di sekitar madinah untuk menjaga kerukunan bersama, menjaga madinah dari serangan musuh, saling membantu jika ada gangguan dari luar.

Dalam kesempatan kunjungan itu, Abu Sufyan yang menjadi pemimpin orang-orang kafir saat itu bertanya kepada Ka'ab, "Manakah yang lebih engkau cintai, agama kami ataukah agamanya Muhammad? Manakah yang lebih lurus jalannya di antara golongan kami ataukah golongannya Muhammad?"

Kabb menjawab, "Jalan kalian lebih lurus dan jalan kalian lebih baik daripada jalan Muhammad."

Karena ucapan Ka'ab inilah kemudian turun surat an-nisa' ayat 51.

Betapa seseuainya dua jenis kejadian ini. Ahok melecehkan al-maidah ayat 51, dan Ka'ab melecehkan Islam lalu turun an-nisa' ayat 51. Sama-sama 51. Ahok mirip dengan Ka'ab bin Al-Asyraf, tokoh yahudi bani nadhir yang membenci Islam dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Dalam hadits riwayat Al-Bukhary, 2867, 3811; Muslim, 4765: abu daud, 2770, jadi ini merupakan hadits yang shahih, disebutkan penawaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

مَنْ لِكَعْبِ بْنِ الْأَشْرَفِ فَإِنَّهُ قَدْ آذَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ

Siapakah yang sanggup menghabisi Ka'ab bin Al-Asyraf?

Ingat saudara-saudaraku, ini ucapan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ini tawaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk menghabisi orang yang memusuhi Islam.

Maka tawaran ini pun disambar Muhamad bin Maslamah, lalu dia mengajak teman-temannya yang lain, yakni Abbad bin Bisyr, Abu Nailah (Silkan bin Salamah), Al-Harits bin Aus dan Abu Abs bin Jabr.

Caranya, Muhammad bin maslamah beralasan dengan meminjam dua atau tiga saq bahan makanan kepada Ka'ab. sedangkan abu nailah yang merupakan saudara sesusuan Ka'ab mengajaknya jalan-jalan. Sudah diatur siasat sebelumnya bahwa ketika Muhammad bin maslamah atau abu nailah mencium rambut Ka'ab, maka dia akan memegangi kepalanya lalu tiga shahabat lainnya harus melakukan serangan mendadak untuk membunuhnya. Scenario berjalan dengan lancar, dilaksanakan pada malam tanggal 14 Rabiul-awwal tahun 3 H, dan akhirnya mereka pun berhasil membunuhnya. Sementara saat yang sama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bermunajat kepada Allah seraya bersabda:

اللّهم أعنهمya Allah, turunkan pertolongn kepada mereka

Maka binasalah musuh Allah, musuh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, musuh Islam yang bernama Ka'ab bin al-asraf ini.

Kathur Suhardi