•   Hotline: (62) 8-1234567-266
  •   Info@assabilholyholistic.com

Pingsan, Pengertian, Penyebab, Gejala dan Pencegahannya

A. PENGERTIAN
Pingsan adalah suatu kondisi kehilangan kesadaran yang mendadak, dan biasanya sementara, yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak.
Pingsan merupakan suatu keadaan tidak sadarkan diri seperti orang tidur akibat sakit, kecelakaan, kekurangan oksigen, kekurangan darah, keracunan, terkejut/kaget, lapar/haus, kondisi fisik lemah, kepanasan, dan sebagainya.

B. PENYEBAB
Aliran darah yang berkurang ke otak dapat terjadi karena :
1. jantung gagal untuk memompa darah;
2. pembuluh-pembuluh darah tidak mempunyai cukup kekuatan untuk mempertahankan tekanan darah untuk memasok darah ke otak;
3. tidak ada cukup darah atau cairan didalam pembuluh-pembuluh darah; atau
4. gabungan dari sebab-sebab satu, dua, atau tiga diatas.

Sebab dari pingsan bermacam-macam, diantaranya aliran listrik, penyakit ayan, kena udara dingin atau panas terlalu lama, serangan jantung, banyak keluar darah, lapar, keracunan dll.
Penyebab lain diantaranya karena hipersensitivitas vagus. Vagus adalah saraf otak ke sepuluh yang mensarafi organ bagian dalam tubuh dan sangat berpengaruh terhadap frekuensi detak jantung.

C. MEKANISME PINGSAN
Otak mempunyai banyak bagian-bagian, termasuk dua hemisphere, cerebellum, dan batang otak (brain stem). Otak memerlukan aliran darah untuk menyediakan oksigen dan glukosa (gula) pada sel-selnya untuk menopang kehidupan. Terlebih area yang dikenal sebagai reticular activating system yang berlokasi dalam batang otak harus terjaga. Pingsan berawal dari jumlah darah yang kembali ke jantung berkurang sehingga curah darah ke jantung dan tekanan darah sistoliknya menurun.
Guna mengatasi penurunan tersebut, otomatis timbul refleks kompensasi normal, berupa bertambahnya frekuensi dan kekuatan kontraksi jantung, dengan tujuan mengembalikan curah ke jantung ke tingkat semula.


Pada seseorang yang `hipersensitif` (misal kaget-an), bertambahnya kekuatan kontraksi itu justru mengaktifkan reseptor mekanik pada dinding bilik jantung kiri, sehingga timbul refleks yang menyebabkan frekuensi detak jantung menjadi lambat, pembuluh darah tepi melebar, dan terjadi tekanan darah rendah (hipotensi) sehingga aliran darah ke susunan saraf terganggu.
Perubahan (aritmia) irama jantung dapat juga menyebabkan pingsan atau syncope. Adakalanya, perubahan irama jantung (aritmia) lebih berbahaya dan berpotensi mengancam nyawa. Jantung adalah pompa listrik, sehingga ketika terjadi aritmia, jantung adakalanya kemudian tidak mampu untuk memompa cukup darah, sehingga tekanan darah menjadi rendah. Masalah `kelistrikan jantung` akan menyebabkan jantung berdenyut terlalu cepat atau terlalu perlahan.


Jika jantung berdenyut terlalu cepat (takikardi), tidak cukup waktu untuk mengisi darah pada tiap denyutan jantung, akan mengurangi jumlah darah yang dipompa jantung keseluruh tubuh.
Pada bradikardi dimana denyut jantung menjadi lamban (brady = lamban + cardia = jantung), kemampuan jantung untuk memompa darah menjadi meningkat bebannya. Ketika manusia menua, jantung mungkin melemah, gangguan-gangguan dari sistim elektrik dapat terjadi, menyebabkan denyut jantung menjadi lambat.


Pemakaian obat obatan bisa juga menjadi penyebab permasalahan pada jantung. Ketika mengkonsumsi obat-obat yang diresepkan untuk mengoontrol tekanan darah [contohnya, beta blockers seperti metoprolol (Lopressor, Toprol XL), propranolol (Inderal, Inderal LA), atenolol (Tenormin), atau calcium channel blockers seperti diltiazem (Cardizem, Dilacor, Tiazac), verapamil (Calan, Verelan dan lain-lain), amlodipine (Norvasc)], jantung adakalanya menjadi lebih sensitif terhadap efek-efek dari obat-obat ini dan berdenyut lambat secara abnormal sehingga mengurangi output dari jantung.

D. TANDA DAN GEJALA
Gejala sebelum pingsan : sebelum pingsan mereka merasa takut, gemetar yang diikuti dengan sensasi lingkungan sekitar terasa berputar-putar. Selain itu mata mungkin berasa berkunang-kunang.

Secara umum, gejala pingsan antara lain:
 Perasaan limbung
 Perasaan Lapar
 Pandangan berkunang-kunang
 Telinga berdenging
 Nafas tidak teratur
 Muka pucat
 Biji mata melebar
 Lemas
 Keringat dingin
 Menguap berlebihan
 Tak respon (beberapa menit)
 Denyut nadi lambat, lemah

E. PENCEGAHAN
Untuk mencegah agar jangan sampai pingsan, sewaktu gejalanya terasa masih ringan misalnya jantung terasa berdebar-debar, cobalah untuk menghentikan aktivitas apapun, mencari tempat yang teduh, dan berusaha untuk berbaring (letak kepala lebih rendah dari kaki) dan berusahalah untuk tetap tenang. Jika kondisi sangat berat bisa saja memberikan tanda kepada orang orang yang mungkin berada disekitar anda. (kenali setiap tanda penurunan status kesehatan anda).

F. PRINSIP PENANGANAN
Adapun prinsip pertolongan terhadap kondisi tersebut adalah:
1. Korban harus dibaringkan dengan kepala dimiringkan
2. Posisi kepala jangan ditinggikan.
3. Longgarkan pakaian agar aliran darahnya tak terganggu.
4. Kepala dikompres dengan air dingin / kantong es,
5. Jangan memberikan apa pun lewat mulut apabila penderita belum sadar.
6. Kalau akan memindah ke tempat lain, diharapkan dalam keadaan bersandar
Jika pingsan biasa, maka lakukan seperti diatas, badan diselimuti agar tidak kena udara dingin. Basahilah sapu tangan dengan aromatic spirits dan diletakkan dekat hidung agar dihisap. Adapun jika pingsan disertai kulit muka jadi agak membiru,maka ini perlu pernapasan buatan.