•   Hotline: (62) 8-1234567-266
  •   Info@assabilholyholistic.com

WOW ! Bekam Seribu Titik

Ana mendapat foto ini dari seorang dokter yang biasa memberikan pelatihan bekam, yang menyatakan bahwa cara bekam seperti itu bukan termasuk SOP yang diajarkannya.

 

Posting ini sebagai satu ilustrasi, betapa praktik bekam sangat beragam. Hal ini mengiringi gejala social kemarakan praktik bekam di masyarakat. Juga dimaksudkan sebagai pencerahan bagi dunia hijamah, khususnya bagi pasien bekam, juga sebagai bahan diskusi dan masukan bagi para terapis bekam, bukan sebagai penghakiman terhadap praktik tertentu, termasuk praktik seperti ini.

Proses bekam dengan banyak titik secara sekaligus memiliki keuntungan, karena waktu yang diperlukan lebih singkat dan cepat. Apalagi jika beberapa pasien sedang menunggu giliran. Manfaat lain ana tak melihatnya. Wa Allahu a'lam.

Namun justru efek negatifnya atau potensi terjadinya efek negatif itu bisa timbul, walau tidak dialami setiap pasien, yakni:

  1. Membuat pasien tidak nyaman.
  2. Meningkatkan secara serentak gejala-gejala inflamasi saat dilakukan proses cupping
  3. Merangsang kenaikan set point hingga berpotensi membuat pasien demam.
  4. Mendorong perilaku pembekam cenderung kurang teliti dan berhati-hati, terutama aspek hyginity dan status sterility.
  5. Berpotensi menimbulkan anemia, yang berbahaya bagi ginjal hingga otak.
  6. Sangat berpotensi menimbulkan vesicle, karena rentang waktu tiap titik bekam lebih lama.

Mestinya sang pembekam mempunyai alasan tersendiri melakukan hal itu. Namun yang tak kalah pentingnya dalam praktik bekam bukan ekspos manfaat yang kadang over confident disampaikan para terapis, tapi justru dar'ul-mafasid muqaddam 'ala jalbil-mashalih, salah satu kaidah syar'iyah penting yang mesti dikuasai, dihapalkan dan diamakan, seperti halnya kami dulu yang harus menghapalkannya hingga nglontok saat di ma'had.

Artinya, sebelum efek negatif benar-benar terjadi, perlu ada antisipasi berdasarkan keilmuan tentang inflamasi, hematologi, seperti toleransi pengeluaran darah, dan lain-lainnya. Sebagai gambaran, untuk mengantisipasi agar tak benar-benar terjadi efek negatif bekam, maka kami menemukan istilah "kontraindikasi relative". Bahkan untuk istilah yang tampak sederhana ini, kami harus adu argument. Namun subhana Allah, kami semua (Majlis syuro ABI, PP, dr. Agus, dr. Ine, dr. Abdurrahman, dr. Zaidul, dr. Ali Ridho, dan lain-lainnya disatukan dalam satu semangat, mendakwahkan Sunnah Thibb Nabawi yang aman, tak ada yang merasa menanng atau kalah dalam beradu argument. Sebab jika batang keilmuannya sama, mudah untuk dipertemukan. Yang sulit adalah mempertemukan beberapa sisi pandang yang batang keilmuannya berbeda atau bahkan tak nyambung.

Sebaiknya pendapat dan koment disampaikan secara santun, tidak emosional, tidak menvonis di luar kontek tema. Untuk berdiskusi, moderator tentu menyampaikan bahan diskusi. Nah inilah bahan diskusi kita kali ini. Baraka Allah fikum para pejuang Thibb Nabawi.