•   Hotline: (62) 8-1234567-266
  •   Info@assabilholyholistic.com

Bapak.. Ibu.. Ternyata Anda Masih Pemuda

Abi Ummi

Wahai Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang berusia belum lagi 65 tahun, Anda masih pemuda, Anda belum layak disebut tua. Begitulah rilis terakhir WHO, badan kesehatan internasional. Sebab yang disebut orang tua ialah jika usianya lebih dari 65 tahun.

Itu artinya apa?

Walaupun badan terasa loyo. Walaupun sendi-sendi mulai cenut-cenut. Walaupun beberapa penyakit sudah mulai menggerogoti. Walaupun kulit mulai mengeriput. Walaupun tentu cenderung naik. Walaupun gula juga yang tak mau kalah naiknya. Walaupun hasil laboratoriium menunjukkan beberapa indicator yang tidak baik. Walaupun ada indikasi gangguan fungsi organ. Walaupun lutut sudah mulai goyah saat berdiri. Walaupun terkadang shalat pun mesti sambil duduk. Walaupun tidur mulai terganggu. Walaupun jalan pagi satu kilometer pun sudah ngos-ngosan. Walaupun buang air kecil malam hari makin intens. Walaupun sering kelupaan meletakkan kunci mobil dimana. Walaupun nama anak sendiri pun tak ingat. Walaupun beberapa teman sudah mulai lengser meninggalkan dunia. Walaupun walupun yang ini walaupun yang itu, tapi lagi-lagi Anda masih pemuda, belum endor

Lagi-lagi itu apa artinya?

Sebutan pemuda ini mestinya mampu memberikan sugesti dan suntikan moril untuk lebih tegar menatap ke depan, tegap dan tegak seperti tatkala Anda masih berusia 25-an tahun. Optimis dan mutafa'il. Penuh gaya dan semangat. Sehingga dengan sugesti ini hormone endhrphin terproduksi lebih optimal sehingga meningkatkan immunity system. Sudah sakit, sudah putus asa. Mana mungkin hormone ini akan terproduksi?

Jauh-jauh hari. Salah. Jauh-jauh abad sebelum WHO merilis batasan usia anak-anak, remaja/pemuda, tua dan sangat tua, ternyata The Father of Doctor, embahnya para dokter di dunia yang meninggal pada tahun 428 H. atau 1037, sudah membuat pengelompokan usia manusia berdasarkan fungsi organ: Yaitu sinnul-hadatzah (usia pertumbuhan) hingga usia 30 thn, sinnusy-syabab hingga usia 40 tahun, sinnul-muktahilin ma'a baqa'il-quwwah hingga usia 60 thn, dan setelah itu sinnusy-syuyuh hingga akhir hayat, setelah 60 tahun.

Bagaimana agar Bapak Ibu yang sudah berusia 60 tahun atau 65 tahun atau sekitar itu tapi mulai direpotkan oleh kondisi-kondisi di atas karena faktor penurunan fungsi organ atau karena penyakit?

Di antara solusinya adalah:

  1. Olahraga ringan secara rutin. Hindari atau kurangi olahraga yang kompetitif
  2. Konsumsi buah-buahan yang banyak selagi tidak ada gangguang lambung
  3. Hindari makanan-makanan yang gurih-gurih
  4. Shalat, puasa, dzikir, tahajjud, shadaqah, berinfaq yang lebih intens dari sebelumnya
  5. Jangan biarkan ada waktu kosong. Isi dengan kegiatan-kegiatan pisitif minimal baca buku.
    Manajemen emosi.

Yang tidak kalah penting adalah rutin meminta bekam, karena bekam dapat meregenerasi sel tubuh, mengembalikan fungsi organ dan jaringan, sekaligus meningkatkannya. Di antara titik bekam yang paling urgen adalah di Ummu mugits yang posisinya di kepala bagian atas. Ingat, ini adalah titik Nabawi sebagaimana yang disebutkan dalam hadits syarif. Apa fungsi titik ini? Antidemensia alias antipikun. Memang Anda mau keluar rumah dalam keadaan telanjang, karena Anda mengira telah mengenakan pakaian? Atau maukah Anda jadi bahan tertawaan anak dan cucu, karena jam 09.00 pagi Anda teriak-teriak meminta sarapan, padahal jam 07.00 Anda sudah menghabiskan satu porsi besar?

Bahkan berdasarkan pengalaman menangani para pasien, bekam merupakan cara yang paling efektif untuk penanganan berbagai macam kasus yang berhubunngan dengan usia dan disfungsi organ.

Wa Allahu a'lam.